icon-category Gadget

Huawei Mate Xs 2 Debut, Lawan Seimbang Samsung Galaxy Z Fold3

Huawei Mate Xs 2 (Sumber foto: phoneArena)

Uzone.id - Setelah Galaxy Z Fold3, terbitlah Huawei Mate Xs 2. Ya, smartphone lipat buatan Huawei ini bisa dibilang menjadi lawan sepadan dari ponsel layar fleksibel besutan Samsung.

Smartphone ini diperkenalkan dalam acara yang disiarkan secara online melalui kanal YouTube resmi. Huawei Mate Xs 2 tampil dengan desain premium, spesifikasi kelas atas, dan harga yang di atas rata-rata.

Desain Huawei Mate Xs 2 merupakan kebalikan dari Samsung Galaxy Z Fold3. Alih-alih melipat layar ke dalam, Huawei tetap mempertahankan desain lipatan layar ke luar.

Layar fleksibel tersebut juga masih berjenis OLED, seperti seri pendahulunya. Layarnya punya bentang seluas 7,8 inci ketika dibuka dan 6,5 inci saat dilipat. 

Pengalaman visual terbaik jadi jaminan yang diberikan oleh Huawei. Bagaimana tidak, ketika layarnya dibentangkan, panel OLED dapat menyuguhkan konten di resolusi 2.480 x 2.200 piksel dengan refresh rate 120Hz.

Layar ini mampu menampilkan konten secara maksimal, terang, dan jelas kepada pengguna. Sementara ketika dilipat, layar 6,5 inci tersebut bisa menayangkan konten pada resolusi 1.176 x 2.480 piksel. 

Baca juga: Wujud Huawei FreeBuds SE

Huawei Mate Xs 2 mengusung lipatan layar ke luar

Lipatan ke luar tentu memiliki mekanisme yang berbeda ketimbang melipat layar ke dalam, meski sama-sama terlihat rumit. 

Huawei masih mempertahankan mekanisme "klik" untuk membuka layar Mate Xs 2. Engsel smartphone lipat ini sudah ditingkatkan ketahanannya, dan diklaim jauh lebih rata saat dibuka (hingga 70%) menurut klaim Huawei.

Huawei menggunakan bahan dasar titanium alloy yang begitu ringan. Bobotnya hanya 255 gram saja, yang bahkan jauh lebih ringan ketimbang Huawei Mate Xs yang punya berat 300 gram.

Dibandingkan dengan beberapa ponsel lipat lainnya, bobot Mate Xs 2 pun masih yang teringan. Sebut saja Galaxy Z Fold3 dengan berat 271 gram, Vivo X Fold 311 gram, hingga Huawei Mate X2 dengan 292 gram.

Tak seperti Samsung Galaxy Z Fold3 yang sudah mengusung teknologi in-display camera, ponsel Huawei ini justru masih menyertakan lubang kamera di sudut kiri atas layar sebagai tempat bagi kamera selfie 10MP.

Baca juga: Harga Tablet Huawei MatePad 2022

Ponsel ini memiliki lubang kamera di sudut kanan atas layarnya

Di belakang, tiga kamera diletakkan secara vertikal. Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP, kamera ultrawide 13MP, dan kamera telephoto 8MP dengan kemampuan 3,5x optical-zoom.

Tak ada informasi apakah Huawei masih bekerja sama dengan Leica dalam mengembangkan kamera untuk Mate Xs 2 atau tidak. Namun yang jelas, kamera ini sudah didukung oleh algoritma XD Optics buatan Huawei untuk meningkatkan kualitas pencitraan dari kamera.

Soal dapur pacu, Huawei Mate Xs 2 ditenagai oleh spesifikasi yang bertenaga berkat prosesor Snapdragon 888. Cukup disayangkan sebenarnya, kenapa tidak pakai Snapdragon 8 Gen 1?

Kendati demikian, prosesor ini masih terbilang sangat kencang. Clock-speed tertingginya saja mencapai 2,84 GHz, tentunya sangat pas buat dipakai bermain game AAA ataupun multi-tasking.

Apalagi, prosesor ini dipadukan dengan RAM 8 GB, memori penyimpanan 256 GB atau 512 GB, baterai 4.880 mAh dengan fast charging 66W, serta sistem operasi HarmonyOS generasi kedua.

Baca juga: Harga Duo Laptop Terbaru Huawei di Indonesia

Engselnya diperkuat menggunakan material yang ringan dan berkualitas tinggi

Sayangnya, Snapdragon 888 ini hanya mendukung jaringan 4G saja. Embargo yang masih diberlakukan kepada Huawei memang "membatasi" kebebasan pabrikan asal China ini untuk menggunakan jaringan 5G.

Bagaimana soal harga? Jangan kaget, Huawei Mate Xs 2 dijual dengan harga USD 1.999 atau setara dengan Rp 29,3 jutaan alias lebih tinggi ketimbang Samsung Galaxy Z Fold3.

Informasi saja, smartphone lipat Samsung itu dibanderol Rp 24,9 jutaan untuk model 12/128 GB dan Rp 26,9 jutaan untuk varian 12/512 GB. 

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini