Telco

Squid Game Bikin Lonjakan Trafik Data Jadi 1,2 Triliun bit, Netflix pun Digugat

  • 04 October 2021
  • Bagikan :

    Squid Game (Foto: Netflix)

    Uzone.id - SK Broadband, penyedia layanan internet Korea Selatan, telah mengajukan gugatan terhadap Netflix untuk agar membayar biaya peningkatan trafik jaringan dan pekerjaan pemeliharaan karena lonjakan penonton ke konten Netflix.

    Tuntutan itu dilakukan setelah pengadilan Seoul mengatakan kalau Netflix harus "secara wajar" memberikan sesuatu sebagai imbalan kepada penyedia layanan internet dalam penggunaan jaringan.

    Beberapa anggota parlemen Korea Selatan telah berbicara menentang penyedia konten yang tidak berbayar untuk penggunaan jaringan meskipun menghasilkan trafic yang eksplosif.

    BACA JUGA: Justin Bieber hingga Ariana Grande Bikin Follower Instagram Insecure?

    Netflix mengatakan akan meninjau klaim SK Broadband, dan mencari dialog serta cari cara untuk bekerja dengan SK Broadband untuk memastikan pelanggan tidak terpengaruh.

    Popularitas drama serial "Squid Game" jadi penghasil trafik data internet terbesar kedua di Korea Selatan setelah Google YouTube, namun keduanya adalah satu-satunya yang tidak membayar biaya penggunaan jaringan.

    Padahal, kata SK Broadband, yang penyedia konten lain seperti Amazon, Apple dan Facebook telah membayar.

    Trafic data Netflix yang ditangani oleh SK Broadband melonjak 24 kali dari Mei 2018 menjadi 1,2 triliun bit data yang diproses per detik pada September, kata SK.

    BACA JUGA: Teknologi di Balik Meterai Elektronik, Punya 3 Fitur Keamanan

    Itu berdasarkan keberhasilan beberapa produksi Netflix dari Korea, termasuk "Squid Game" dan "D.P."

    SK Broadband mengatakan telah mengajukan gugatan terhadap Netflix untuk membayar penggunaan jaringan SK sejak Netflix mulai menggunakan jalur khusus SK mulai tahun 2018 untuk mengirimkan konten video HD dengan jumlah data yang semakin besar kepada penonton di Korea dari server di Jepang dan Hongkong.

    Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan menentang Netflix pada bulan Juni 2021, dengan mengatakan bahwa SK dipandang menyediakan "layanan yang diberikan dengan biaya" dan "masuk akal" bagi Netflix untuk "wajib memberikan sesuatu sebagai imbalan atas layanan tersebut"

    SK memperkirakan biaya penggunaan jaringan yang harus dibayar Netflix adalah sekitar 27,2 miliar won atau sekitar Rp328,7 miliar pada tahun 2020 saja, kata dokumen pengadilan.

    Menurut catatan pengadilan, Netflix telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Proses baru akan dimulai pada akhir Desember 2021.

    Netflix mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa itu berkontribusi pada penciptaan sekitar 16.000 pekerjaan di Korea Selatan yang berasal dari sekitar 770 miliar won atau sekitar Rp990 miliar dalam investasi, serta efek ekonomi sekitar 5,6 triliun won ataus sekitar Rp67,6 triliun. (Reuters)