Tak Andalkan BTS Lagi, Komdigi Siapkan Cara Baru Atasi Blank Spot
Pemerintah Komdigi mengubah strategi pemerataan internet untuk menggunakan teknologi internet sesuai kondisi wilayah, seperti memakai satelit dan fiber optik.

Highlight Artikel
- Kementerian Komdigi mengubah strategi perluasan akses internet dengan menyesuaikan teknologi berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
- Strategi baru ini akan mengkombinasikan berbagai teknologi seperti BTS, jaringan fiber optik, dan satelit untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di wilayah dengan medan sulit dan 269 titik blank spot prioritas.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, dan operator telekomunikasi menjadi kunci utama untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan akses internet, mengatasi keterbatasan anggaran.
Uzone.id — Pemerintah melalui
Kementerian Komdigi mulai mengubah strategi dalam memperluas akses jaringan
internet di seluruh wilayah Indonesia.
Rencana ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan
Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria yang menyebut bahwa pemerataan konektivitas
tidak bisa lagi disamakan di seluruh daerah.
Menurutnya, Setiap wilayah memiliki tantangan geografis,
jumlah penduduk, hingga kebutuhan jaringan yang berbeda sehingga solusi yang
digunakan pun harus disesuaikan.
"Kita coba petakan mana yang prioritas. Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain," kata Wamenkomdigi Nezar Patria di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (04/08).
Menurutnya, pemerintah akan mengkombinasikan berbagai teknologi seperti BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga solusi telekomunikasi lainnya agar layanan internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki medan sulit.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding hanya
mengandalkan pembangunan BTS di seluruh daerah sekaligus menjangkau wilayah
yang selama ini sulit mendapat akses internet.
Nezar mencontohkan Provinsi Kalimantan Timur yang saat ini
memiliki tingkat konektivitas mencapai 95,5 persen. Dari total 841 desa,
sebanyak 803 desa telah terjangkau layanan internet.
"Provinsi Kalimantan Timur salah satu yang terbaik
dalam soal konektivitas 95,5 persen. Dari 841 desa itu yang sudah tercover ada
803 desa," ujarnya.
Meski begitu, pemerintah masih mencatat terdapat 269 titik
blank spot yang menjadi prioritas penyelesaian di berbagai daerah. Untuk
mempercepat pemerataan aksesnya, Komdigi akan memperkuat kolaborasi dengan
pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, serta operator telekomunikasi.
Nezar juga menegaskan kalau keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan akses digital bagi masyarakat. Maka dari itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan.
"Dengan sinergi yang kita lakukan, kita bisa saling
menguatkan dan mewujudkan beberapa titik yang memang dibutuhkan oleh
masyarakat," tegasnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan
Timur Ririn Sari Dewi turut mendukung pendekatan ini dan mengatakan pemerintah
daerah juga telah menerapkannya dengan memanfaatkan kombinasi berbagai
teknologi, mulai dari fiber optik, VSAT, hingga satelit.
Menurut Ririn, percepatan pemerataan konektivitas
membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama dalam
sinkronisasi data, penguatan kebijakan, serta kolaborasi lintas pemangku
kepentingan.
FAQ Artikel
Apa strategi baru pemerintah dalam memperluas akses internet di Indonesia?
Pemerintah melalui Kementerian Komdigi kini memilih untuk menggunakan berbagai teknologi yang disesuaikan dengan karakter dan masing-masing wilayah, tidak lagi hanya mengandalkan infrastruktur BTS.
Mengapa pemerintah mengubah strategi pemerataan konektivitas internet?
Menurut Wamenkomdigi Nezar Patria, setiap wilayah memiliki tantangan geografis, jumlah penduduk, hingga kebutuhan jaringan yang berbeda, sehingga solusi yang digunakan pun harus disesuaikan.
Teknologi apa saja yang akan dikombinasikan pemerintah untuk pemerataan akses internet?
Pemerintah akan mengkombinasikan berbagai teknologi seperti BTS, jaringan fiber optik, satelit, hingga solusi telekomunikasi lainnya agar layanan internet dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Berapa banyak titik blank spot yang menjadi prioritas penyelesaian pemerintah?
Pemerintah masih mencatat terdapat 269 titik blank spot yang menjadi prioritas penyelesaian di berbagai daerah.

