Home
/
ESG

Telkom Kenalkan AI ke Guru dan Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Telkom mengenalkan teknologi digital dan AI untuk belajar-mengajar guru dan siswa di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo lewat program Connect.in-Spirasi.

Telkom Kenalkan AI ke Guru dan Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Telkom memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, DIY.
  • Program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026 melibatkan kolaborasi dengan Kemensos RI, memperkuat kompetensi guru dan wawasan digital siswa.
  • Kegiatan mencakup Training of Trainers (ToT) untuk 59 guru (platform PIJAR dan AI) dan program Telkom Mengajar untuk 537 siswa (STEM dan Digital Awareness).
  • Telkom juga menyediakan berbagai sarana penunjang pembelajaran dan goodie bag ramah lingkungan dari material daur ulang, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Uzone.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026, Telkom berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus memperluas wawasan digital siswa. Kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Oktober 2026 ini melibatkan 59 guru dan 537 siswa.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom memperluas pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan, mulai dari pengenalan platform pembelajaran digital hingga penggunaan AI untuk mendukung proses belajar-mengajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Training of Trainers (ToT) pada Kamis (22/10). Sebanyak 59 guru Sekolah Rakyat mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan platform pembelajaran digital PIJAR serta pengenalan AI untuk menunjang kegiatan mengajar.





Melalui pelatihan ini, para guru diperkenalkan dengan cara memanfaatkan teknologi untuk menyusun pengalaman belajar yang lebih interaktif dan inovatif, sesuai dengan kebutuhan siswa.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan siswa.

Menurutnya, akses terhadap teknologi saja tidak cukup jika tidak diikuti kemampuan untuk memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.

"Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya. Telkom berkomitmen untuk mendukung pendidikan bukan dari sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga ikut membuka jalan agar para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenali potensi dirinya," ujar Nanang.





537 Siswa Belajar STEM hingga Kesadaran Digital

Setelah pelatihan untuk guru, kegiatan berlanjut pada Jumat (23/10) melalui program Telkom Mengajar yang menjangkau 537 siswa Sekolah Rakyat.

Karyawan TelkomGroup turut menjadi sukarelawan pendidikan dan berbagi pengetahuan dengan siswa melalui materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Siswa SD hingga SMP mendapatkan materi STEM, singkatan dari Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Sementara itu, siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness atau kesadaran digital.

Melalui pembelajaran interaktif, siswa diajak mengenal sains dan teknologi, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan kreativitas. Mereka juga diperkenalkan dengan pentingnya menggunakan ruang digital secara bijak.




Selain kegiatan belajar-mengajar, TelkomGroup menghadirkan sesi inspirasi melalui program Telkom Peduli. Dalam sesi ini, siswa berkesempatan mendengar pengalaman dan pandangan dari sejumlah tokoh yang berasal dari berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan dunia usaha.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa sekaligus mendorong mereka untuk mengenali potensi diri dan berani merencanakan masa depan.

Dukungan terhadap kegiatan pendidikan ini juga diberikan melalui penyaluran sejumlah sarana penunjang pembelajaran. Bantuan yang disalurkan meliputi buku bacaan untuk perpustakaan, paket alat sekolah bagi siswa, serta perangkat penyimpanan data berupa hard disk dan flash disk untuk guru.

TelkomGroup turut memberikan voucher Telkomsel untuk mendukung kebutuhan digital, paket pembelajaran STEM, serta dukungan layanan PIJAR dan konektivitas internet Indibiz.

Ketersediaan sarana tersebut diharapkan dapat membantu guru dan siswa memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal dalam kegiatan belajar-mengajar.



Ada Bantuan dari Material Daur Ulang

Tak hanya berfokus pada pendidikan digital, kegiatan ini juga membawa pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan.

TelkomGroup menyalurkan goodie bag ramah lingkungan yang dibuat melalui proses upcycling atau pengolahan kembali material bekas menjadi produk yang dapat digunakan.

Material tersebut dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di berbagai wilayah Indonesia melalui program TESA Dropbox, sebelum diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan kembali material sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.



Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Robben Rico, mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sinergi antara pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN), menurutnya, memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.

Kolaborasi Telkom dan Kemensos ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita, terutama dalam penguatan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan transformasi digital.

Melalui program Connect.in-Spirasi, Telkom berharap pengenalan teknologi digital kepada guru dan siswa dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.


FAQ Artikel

Apa tujuan utama program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026?

Tujuan utama program ini adalah memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan belajar-mengajar, serta memperkuat kompetensi guru dan memperluas wawasan digital siswa di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo.

Siapa saja yang terlibat dalam program ini dan kapan dilaksanakan?

Program ini merupakan kolaborasi antara Telkom Indonesia dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, melibatkan 59 guru dan 537 siswa. Kegiatan berlangsung pada 22-23 Oktober 2026 di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi pelatihan apa yang diberikan kepada guru dan siswa?

Guru mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan platform pembelajaran digital PIJAR dan pengenalan AI. Siswa SD hingga SMP diajarkan materi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness atau kesadaran digital.

Dukungan dan sarana apa saja yang diberikan Telkom dalam program ini?

TelkomGroup menyalurkan berbagai sarana penunjang pembelajaran seperti buku bacaan, paket alat sekolah, perangkat penyimpanan data, voucher Telkomsel, paket pembelajaran STEM, serta dukungan layanan PIJAR dan konektivitas internet Indibiz. Selain itu, ada juga sesi inspirasi melalui program Telkom Peduli dan penyaluran goodie bag ramah lingkungan dari material daur ulang.

Hani Nur Fajrina

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Tech journalist sejak 2014. Menulis seputar teknologi, gadget, startup, telekomunikasi, ESG, dan ekosistem digital. Di waktu senggang, suka menonton dan mengulas film.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article