
Uzone.id - Pembatasan sosial menyebabkan penggunaan pembayaran digital dan platform uang elektronik meroket dalam waktu singkat. Namun Bank yang tertinggal dalam upaya transformasi digital juga menyadari perlunya mempercepat perjalanan digitalisasi mereka. Bahkan, survei tahun ini menunjukkan lebih dari separuh masyarakat Indonesia memilih menggunakan layanan perbankan digital.
Tahun lalu, aplikasi perbankan digital Amerika mengalami insiden serangan siber oleh kelompok peretas bernama ShinyHunters yang mengakibatkan lebih dari 7,5 juta informasi pribadi pengguna seperti nama dan nomor jaminan sosial diposting secara publik di forum peretasan. Dengan hampir separuh organisasi mengalami kesulitan menemukan perbedaan antara ancaman nyata dan positif palsu, tim keamanan justru dibiarkan “buta” alih-alih memprioritaskan ancaman yang dapat ditindaklanjuti dengan benar. Ini akan membuka celah untuk serangan tak terduga bagi organisasi.Baca juga: Negara Asia Lainnya Juga Kena Teror Mustang Panda
Dalam Laporan IT Security Economics Kaspersky baru-baru ini, ditemukan bahwa intelijen ancaman dianggap sebagai area investasi untuk 41 persen perusahaan dan 39 persen UMKM dalam menanggapi insiden pelanggaran data.
Untuk mengamankan upaya berkelanjutan dalam konektivitas digital, identifikasi, dan infrastruktur pembayaran, kumpulan intelijen ancaman terkini memainkan peran penting dalam mengawasi serangan siber yang kian berkembang baik secara frekuensi dan kompleksitas.
Intelijen ancaman dapat mengidentifikasi dan menganalisis ancaman dunia maya yang menargetkan bisnis. Tetapi intelijen ancaman tidaklah sama dengan data ancaman yang berisikan tentang daftar potensi ancaman. Intelijen ancaman adalah ketika spesialis TI atau alat canggih "membaca" ancaman dan menganalisisnya, dan menerapkan pengetahuan historis untuk mengetahui apakah ancaman tersebut nyata, dan jika memang demikian, apa tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Dengan Kaspersky’s Threat Intelligence Services, organisasi diberikan kumpulan data yang mencakup tautan dan situs web phishing, dan objek berbahaya yang menargetkan platform Android dan iOS.
Karena sebagian besar pengguna mengakses layanan keuangan digital melalui ponsel cerdas, bank dapat dengan mudah memperingatkan klien terhadap upaya serangan siber yang sedang berlangsung di mana biasanya melibatkan tautan phishing pada email palsu yang menyamar sebagai bank.
Intelijen ancaman terbaru yang dapat dibaca mesin dalam informasi keamanan dan sistem manajemen peristiwa ini juga memungkinkan tim keamanan untuk dengan cepat meluncurkan respons insiden otomatis dan dengan mudah menyaring notifikasi yang harus diberikan untuk kemudian dilakukan penyelidikan dan penyelesaian lebih lanjut.
Ini adalah kumpulan data yang bersumber dari infrastruktur cloud Kaspersky sendiri yang disebut Kaspersky Security Network, web crawler, platform eksklusif yang selalu aktif bernama Botnet Monitoring, email honeypots, tim peneliti, dan mitra global perusahaan.
Untuk industri seperti layanan keuangan, bagaimana manfaat intelijen ancaman dapat bagi organisasi? Ada tiga hal mendasar:
Dari Januari hingga April 2020 saja, rata-rata kejadian harian serangan brute force mengalami peningkatan 24%. Faktanya, bahkan organisasi perawatan kesehatan dan layanan penting lainnya menjadi sasaran kelompok ancaman persisten tingkat lanjut (APT). Dan tidak semua ancaman APT segera dilaporkan, dan beberapa tidak diumumkan kepada publik.
Baca juga: Diserang Thanos, Kominfo Dukung BSSN Sesuai Tupoksi
Mengelola ancaman memerlukan pandangan 360 derajat terhadap aset Anda. Inilah yang harus dicari dalam program Intelijen Ancaman:
Dengan perencanaan yang cermat saat memilih vendor dan strategi matang, tim SOC (Security Operations Center) dapat memperoleh manfaat dari perlindungan penuh dan kekuatan intelijen ancaman.