5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Bocor, Data Kartu Kredit Aman?
Fore Kopi Indonesia mengonfirmasi kebocoran data 5,7 juta pelanggan. Data pribadi terdampak, namun pembayaran dan NIK aman.

Highlight Artikel
- Fore Kopi Indonesia mengonfirmasi adanya akses tanpa izin pada salah satu platformnya, menyebabkan kebocoran data pelanggan.
- Insiden ini berdampak pada sekitar 5,7 juta akun pelanggan, meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat terdaftar, PIN (yang di-hash), dan riwayat pembelian.
- Fore menegaskan bahwa data pembayaran (kartu kredit/debit) serta informasi NIK dan foto KTP tidak terdampak karena disimpan terpisah atau tidak pernah diminta.
- Perusahaan telah mengambil langkah pengamanan, menunjuk konsultan keamanan siber, melaporkan ke Komdigi, serta meminta pelanggan terdampak untuk mengganti PIN akun mereka.
Uzone.id— Fore Kopi Indonesia (Fore) membenarkan adanya akses tanpa izin pada salah satu platform yang digunakan perusahaan untuk mengelola data pelanggan. Alhasil, insiden tersebut berdampak pada sekitar 5,7 juta akun pelanggan Fore saat ini.
“PT Fore Kopi Indonesia Tbk (“FORE”) mengkonfirmasi adanya akses tanpa izin terhadap salah satu platform yang digunakan Perusahaan untuk mengelola data pelanggan, yang mengakibatkan sebagian data pelanggan diakses oleh pihak yang tidak berwenang,” kata Fore dalam keterangan resminya, Rabu, (29/10).
CEO Fore, Vico Lomar pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak atas kebocoran data ini.
“Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Fore menyebut data yang terdampak berbeda untuk setiap pelanggan mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi Fore, PIN yang telah di-hash, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
Saat ini, Fore mengambil langkah untuk menghentikan akses tanpa izin dan mengamankan sistem terkait dan berfokus pada pendampingan pelanggan, penyelesaian investigasi, serta penguatan sistem dan tata kelola keamanan.
Terkait informasi pembayaran, perusahaan mengatakan bahwa data pembayaran termasuk detail kartu kredit dan debit, disimpan pada platform terpisah sehingga tidak terdampak dalam insiden ini.
“Aplikasi Fore tidak pernah meminta dan menyimpan informasi NIK dan foto KTP. Selain itu, kami tidak pernah menyimpan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit atau debit yang disimpan pada platform terpisah, sehingga tidak ada dampak terhadap data tersebut,” tambahnya.
Untuk menelusuri kejadian tersebut lebih lanjut, Fore telah menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik terhadap aplikasi Fore, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan.
HIngga saat ini, investigasi tersebut masih berlangsung. Perusahaan juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai langkah pencegahan, Fore pun meminta pelanggan yang menerima pemberitahuan langsung dari perusahaan untuk segera mengganti PIN akun Fore.
Fore juga melakukan pengujian keamanan, menangani kerentanan yang ditemukan, memperbarui platform ke versi terbaru, serta menerapkan langkah pengamanan tambahan.
Fore turut menerapkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) untuk proses masuk ke akun melalui perangkat baru sebagai lapisan keamanan tambahan.
FAQ Artikel
Apa yang terjadi pada Fore Kopi Indonesia?
Fore Kopi Indonesia mengonfirmasi adanya akses tanpa izin pada salah satu platform yang digunakan untuk mengelola data pelanggan, yang menyebabkan kebocoran data.
Berapa banyak pelanggan yang terdampak insiden kebocoran data ini?
Sekitar 5,7 juta akun pelanggan Fore terdampak akibat insiden akses tanpa izin ini.
Data pelanggan apa saja yang terdampak kebocoran ini?
Data yang terdampak mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat terdaftar di aplikasi Fore, PIN yang telah di-hash, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
Apakah data pembayaran atau informasi KTP/NIK pelanggan juga ikut bocor?
Tidak, perusahaan menyatakan data pembayaran (kartu kredit/debit) disimpan pada platform terpisah sehingga tidak terdampak. Fore juga tidak pernah meminta atau menyimpan informasi NIK dan foto KTP.
Langkah-langkah apa yang telah diambil Fore Kopi Indonesia menanggapi insiden ini?
Fore telah menghentikan akses tanpa izin, mengamankan sistem, menunjuk konsultan keamanan siber profesional untuk investigasi, melaporkan kejadian ke Komdigi, dan menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) serta meminta pelanggan terdampak untuk mengganti PIN.
Vina Insyani
Jurnalis

