icon-category Auto

Keunggulan dan Kekurangan Wuling Cortez Facelift, Harga di Bawah Kelasnya

  • 14 May 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Wuling sepertinya gak harus punya produk baru untuk menyadarkan masyarakat kalau mereka punya satu mobil keluarga yang terbilang value for money pada sosok Wuling Cortez.

    Kenapa kami sebut value for money? Karena dari sisi harga, mobil ini punya banderol yang setara dengan kelas dibawahnya para low MPV, tapi secara spesifikasi, fitur dan kenyamanannya, jauh melampaui Avanza-Xpander cs.

    Nah, kami berkesempatan menggunakan Wuling Cortez terbaru yang sudah dilengkapi dengan sejumlah penyempurnaan, seperti teknologi Wuling Indonesian Command (WIND) yakni sebuah perintah suara berbahasa Indonesia.

    Lalu apa yang kami dapatkan setelah mencoba mobil ini? Berikut kelebihan dan kekurangan Wuling Cortez CT Turbo tipe tertinggi ini:

    BACA JUGA: Suzuki Undur Diri dari MotoGP, Apa Alasannya?

     

    Kelebihan:

    Harga Terjangkau

    Pada versi terbarunya ini, Wuling tetap menawarkan harga jual yang terjangkau untuk Cortez tipe tertinggi ini. Banderol Cortez CT 1.5T L Lux+ CVT Rp290.650.000. Jelas harga ini bersaing dengan rombongan low MPV seperti Xpander-Avanza cs.

    Meski begitu, secara spesifikasi, fitur dan juga kenyamanannya, masih bisa disetarakan dengan mid MPV semisal Toyota Kijang Innova.

     

    Wuling Indonesian Command (WIND)

    Nah, fitur ini baru saja di tambahkan di versi facelift. Dengan adanya WIND, maka Cortez menjadi satu-satunya MPV di kelasnya yang punya fitur canggih perintah suara berbahasa Indonesia.

    Dengan adanya WIND, kita bisa nyuruh-nyuruh mobil ini untuk membuka dan menutup semua jendela, buka tutup sunroof, mengoperasikan intertaintment, navigasi, AC dan masih banyak lagi yang semuanya cukup menggunakan perintah suara.

     

    Posisi Duduk Nyaman

    Sebagai mobil keluarga, kenyamanan adalah syarat wajib. nah, Cortez bisa mewujudkan ini sejak dari kita mulai menduduki jok-joknya, mulai dari baris pertama sampai ketiga.

    Joknya berlapis kulit, busanya empuk dan nilai plusnya lagi, pada kursi baris kedua, tersedia captain seat yang juga sudah dilengkapi sandaran tangan. Bisa dipastikan, baris kedua adalah spot paling nyaman dan mewah dari mobil ini.

    BACA JUGA: Honda Siap Bangkitkan NX500, Pesaing RE Himalayan 450

    Kabin Lega Bagasi Tetap Luas

    Secara dimensi, Cortez memang bisa di sejajarkan dengan Innova yang punya dimensi 4.735 x 1.830 x 1.795 mm (PxLxT), sementara Cortez CT 4.780 x 1.816 x 1.755 mm.

    Dengan dimensi tersebut, tentunya Cortez menawarkan keluasan ruang kabin. Apalagi dengan konfigurasi captain seat yang membuat kabin terasa lega dan juga akses dari baris kedua dan ketiga jadi lebih leluasa.

    Meski menawarkan kabin yang luas, Cortez juga tetap menyuguhkan ruang bagasi yang lumayan luas. Kami bisa memasukkan 4 tas besar di bagasi dengan jok baris ketiga tetap diaktifkan.

     

    Mesin Bertanaga

    Wuling membekali Cortez dengan mesin berkapasitas hanya 1.500cc, tapi sudah disokong turbo garapan Honeywell. Mesin 4 silinder ini pun sanggup menghasilkan daya sebesar 140 Hp dan torsinya 250 Nm.

    Bagaimana rasanya ketika di bawa berjalan? Pastinya mesin turbo ini superior saat harus meladeni kondisi stop n go di kemacetan dan tetap digdaya ketika harus di kebut di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

    Kami sama sekali tidak punya isu apapun terkait performa mesin yang ditawarkan Cortez. Asik di kecepatan rendah dan powerfull di kecepatan tinggi.

     

    Nah, setelah kita membahas kelebihan dari Cortez, kurang afdol rasanya kalau gak membahas apa saja kekurangan dari mid MPV lansiran Wuling ini.

     

    Kekurangan:

    Setir Hanya Tilt, Belum Bisa Telescopic

    kekurangan pertama yang kami rasakan adalah pada sektor kenyamanan ketika dikemudikan, yang artinya berkaitan dengan driver dan bukan penumpang.

    Posisi duduk Wuling Cortez sebenarnya cukup nyaman, karena pengaturan jok depannya sudah elektrik, sehingga bisa lebih leluasa mencari posisi yang ergonomis.

    Namun sayangnya, kenyamanan posisi duduk, kurang diimbangi dengan kenyamanan sepasang lengan kami ketika menggenggam setir.

    Memang, setirnya sudah bisa tilt alias diatur ketinggiannya, namun jarak jauh-dekatnya (telescopic) belum tersedia, sehingga dengan posisi ergonomi kami, kedua lengan cenderung masih kaku karena setir masih terlalu jauh.

     

    Suspensi mengayun

    Bagi para penumpang, rasanya hampir tidak terdengar keluhan terkait dengan kenyamanan dari Wuling Cortez. Kami pun punya kesimpulan Wuling Cortez adalah sebuah mobil keluarga yang mewah dan nyaman.

    Kenyamanan tersebut salah satunya didukung oleh redaman suspensi dari mobil ini yang empuk, sangat empuk bahkan. Wuling membekali suspensi belakangnya dengan sistem semi independen, sehingga pergerakan mobil diklaim lebih nyaman.

    Namun karena terlalu empuk tersebut, kami merasa bagian belakang mobil menjadi terlalu mengayun, baik saat diisi penumpang penuh maupun saat bagian belakang tanpa penumpang.

    Agak sedikit mengganggu ketika mobil harus melewati polisi tidur, tapi sangat nyaman ketika di pacu dalam kecepatan tinggi tanpa gejala limbung yang gak wajar.

     

    Mesin Boros

    Okelah kalau Cortez mesinnya dibekali turbo, sehingga secara performa sama sekali tidak ada masalah. Tapi mobil ini bakal sering mampir ke SPBU untuk mengisi BBM. 

    Penggunaan kami di rute dan kondisi jalan kombinasi, kemacetan, ramai lancar dan di jalan tol, pantauan di MID, konsumsi BBM Cortez berkisar di angka 7-11 km perliter.

    Menurut kami, angka tersebut kurang memuaskan untuk MPV ini karena tergolong boros BBM. Jadi, ketika membelinya, kalian harusnya sudah gak memikirkan lagi soal efisiensi BBM mobil ini.

     

    Transmisi CVT Kurang Halus

    Nah, mesin turbo bertenaga tersebut di salurkan ke sepasang roda depan melalui transmisi CVT. Jelas jadi lebih praktis, meski urusan kenyamanan dari sisi pengemudi, agak sedikit terganggu dengan karakter transmisi ini saat putaran rendah.

    Laju mobil seperti ndut-ndutan dan kami duga jadi mirip karakternya dengan transmisi AMT. Ada dua kemungkinan penyebabnya, pertama, mobilnya masih baru banget bahkan belum sampai 1.000 km jarak tempuhnya. Kedua, ini terjadi karena gejala turbo-lag.

     

    Kesimpulan

    Biar bagaimanapun, Wuling cukup berhasil menciptakan sebuah mobil yang sepertinya ditujukan dan pas untuk kebanyakan warga Indonesia.

    Mobil ini punya tampilan yang ‘aman’. Kabin yang luas, fitur yang lengkap, mesin yang bertenaga dan harga jual yang terjangkau.

    VIDEO Kelebibhan dan Kekurangan Wuling Cortez Terbaru:

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini