home ×
Startup

Makan Jengkol Bisa Kacaukan Hasil Tes Covid-19 Pakai GeNose UGM

05 January 2021 By
Makan Jengkol Bisa Kacaukan Hasil Tes Covid-19 Pakai GeNose UGM
Share
Share
Share
Share

Uzone.id - Ini peringatan serius. GeNose, alat tes Covid-19 buatan para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) punya aturan ketika memeriksa Covid-19 melalui hembusan napas manusia, salah satunya jangan makan jengkol.

Menurut Kuwat Triyana, ketua tim pengembangan GeNose, menjelaskan bahwa jengkol memungkinkan hasil tes jadi tidak akurat.

Jadi, kata Kuwat, sekitar 30 menit - 1 jam jangan makan makanan yang aromanya keras. Selain jengkol, kita pantang makan petai, durian, kopi dan merokok.

Dikhawatirkan, hasil tes menjadi positif. Padahal positifnya gara-gara kita memakan makanan beraroma keras itu.

"Orang-orang yang melanggar aturan itu, nggak jujur, biasanya ketemunya positif. Bukan negatif, positif. Ini menarik menurut saya, biar orang nggak main-main," kata Kuwat saat diskusi virtual.

 

BACA JUGA: Dijual Rp62 Juta, Alat Deteksi Covid-19 Embusan Napas UGM Hadir Awal 2021

Harga Rp62 Juta per Unit

GeNose dikembangkan tim peneliti UGM sejak Maret 2020 dan sudah terbukti memiliki sensitifitas hingga 90 persen dan spesifitas mencapai 96 persen.

Satu unit Genose C19 dijual Rp62 juta dan dapat digunakan mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas dengan sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia lainnya.

Sementara itu, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, salah satu anggota tim peneliti dan pengembang GeNose UGM, mengatakan saat ini telah diproduksi 100 unit Genose C19 yang semuanya telah terjual.

Selanjutnya, akan kembali memproduksi 100 unit lagi di tahap selanjutnya dengan bantuan Kemenritek/BRIN.

Dengan 100 unit dan sistribusi yang tepat, alat dapat dipakai untuk melakukan tes minimal 12 ribu orang per hari dengan biaya relatif terjangkau.

Dian juga menjelaskan cara penggunaan dan pemeliharaan GeNose C-19 bahwa alat ini mudah untuk digunakan dan tidak memerlukan upaya pemeliharaan yang rumit.

Pengecekan dan pemeliharaan dilakukan setelah penggunaan pemeriksaan 100 ribu sampel nafas atau jika muncul gangguan.

Mesin cukup dibersihkan dengan mengoleskan cairan disinfektan dan tidak disarankan menggunakan disinfektan meodel semprot atau spray. Pastikan mesin dalam posisi mati sebelum dan saat dibersihkan.

“Untuk pembacaan saat deteksi, apabila positif disarankan melakukan pengambilan ulang embusan napas ke-2 dalam waktu 30 menit setelah pengambilan pertama. Jika hasil konsisten positif disarankan melanjutkan pemeriksaan dengan PCR konfirmasi,” tutur Dian dilansir Uzone.id dari situs resmi UGM.

GeNose C19 yang dikembangkan oleh UGM didukung oleh Konsorsium Riset Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN, Badan Intelejen Negara, TNI AD, Polri, Kemenkes RI, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sedangkan pihak swasta antara lain PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT Swayasa Prakarsa (assembly, perijinan, standar, QC/QA, bisnis).

 

VIDEO Infinix Note 8 Review, Bodi Kayak Flagship

 

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

0 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article