icon-category Digilife

Masih Bingung? Ini Kaitan Antara Metaverse, NFT dan Kripto

  • 15 Apr 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Julien Tromeur - Unsplash)

    Uzone.id - Mark Zuckerberg jadi biang keladi tenarnya ungkapan metaverse ketika dia mengumumkan nama baru Meta menjadi induk dari platform Facebook dan WhatsApp.

    Sejak itu, nama metaverse selalu jadi bahasan menarik di kalangan netizen hingga jadi tema di webinar-webinar.

    Meskipun, masih ada sebagian orang yang masih belum paham betul soal metaverse, yang sebetulnya berkaitan dengan Non-Fungible Token (NFT) dan kripto.

    Tommy Teja selaku entrepreneur dan kreator konten, memberikan penjelasan dengan sederhana soal keterkaitan metaverse, NFT dan kripto saat berbicara di program Uzone Talks bertajuk 'Jangan Salah Kaprah Soal Metaverse, NFT dan Crypto' yang disiarkan live lewat kanal YouTube Uzone.id, Kamis (14/4/2022).

    BACA JUGA: 5 Rekomendasi Playlist Podcast Ramadan Untuk Ngabuburit

    "Mungkin kalau mau ngomongin NFT, metaverse dan kripto ini kan kayak yang lagi hype banget sekarang dan semua orang tuh ngomongin. Bisa dilihat, ini merupakan satu rangkaian kesatuan, mungkin kalau saya analogikan mungkin kita bisa melihatnya ini dari satu dunia baru which is dunia virtual yang nantinya bakal kita sebut metaverse," beber Tommy.

    Menurutnya, di metaverse merupakan sebuah impian sebenarnya. Kemudian, metaverse memang belum sepenuhnya ada dan belum sepenuhnya terwujud. Namun, kita sudah memasuki beberapa bagian kecil di metaverse itu.

    "Cuma nanti idenya adalah gimana dunia virtual kita bisa berkomunikasi, berinteraksi dengan orang lain tanpa harus ketemu secara fisik. Jadi benar-benar film 'Ready Player One' kalau teman-teman tahu," katanya.

    Sekedar menyegarkan memori kamu, 'Ready Player One' merupakan film fantasi fiksi ilmiah petualangan Amerika Serikat yang disutradarai oleh Steven Spielberg.

    Plotnya, di tahun 2045, orang-orang mencari pelarian dari kehidupan mereka melalui dunia hiburan realitas virtual yang bernama OASIS.

    Kembali lagi soal metaverse, Tommy mengatakan kalau nantinya di metaverse ada dua hal pendukung yang bakal membentuk dunia tersebut.

    BACA JUGA: Realme Rilis Laptop Book Prime, Banderolnya Tembus Rp10 Jutaan

    Pertama, teknologi blockchain yang nantinya akan berhubungan dengan mata uang kripto. Jadi semua pembayaran, semua transaksi keuangan itu bakal pakai kripto di dunia metaverse.

    "Kripto sekarang bisa dipakai juga, tapi nanti mungkin kegunaan utilitasnya bakal kerasa banget ketika kita masuk ke dalam metaverse," ujarnya.

    Kedua, adalah NFT. NFT untuk pengertian mudahnya adalah saat kita melihat NFT sepeti gambar yang diperjualbelikan.

    Gambar tersebut ada gambar selfie, ada gambar kartun dan dijual dengan harga mahal.

    Namun, kata Tommy, sebenarnya NFT lebih dari sekedar gambar. NFT mirip dengan sertifikat kepemilikan sebuah aset digital.

    "Jadi nanti kita analogikan ketika kita masuk ke dunia metaverse, kita bakal mempunyai aset di dunia digital. Nah, asetnya itu gimana tahunya punya kita sebuah gambar digital. Nah, itu nanti kita sebut NFT," kata dia.

    Setiap benda atau setiap aset yang masuk metaverse akan mempunyai NFT-nya masing-masing, yang bisa kita tahu sendiri aset tersebut milik kita berdasarkan fundamental blockchain.

    "Jadi ini ada dunia baru di mana isinya ada NFT sebagai aset kita sebagai sertifikat kepemilikan aset digitalnya, dan cryptocurrency sebagai teknologi blockchain-nya," kata dia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini