icon-category Digilife

Netizen Curhat 11 Kali Kena Orderan Fiktif, Tebus Sampai Rp2,5 Jutaan

  • 08 Apr 2020 WIB
  • Bagikan :

    Foto: Unsplash

    Uzone.id - Di saat keadaan ekonomi lagi susah begini, masih ada orang yang bikin prank. Alih-alih lucu, malah prank yang dilakukan orang gak bertanggung jawab itu malah bikin susah semua orang.

    Hal itu dialami oleh netizen yang punya akun instagram @wilandini. Pada Selasa (8/4/2020), Wilandini menceritakan pengalaman tidak menyenangkan setelah mendapat 10 orderan makanan yang tidak dipesan oleh keluarga yang diam dirumah alias orderan fiktif.

    Orderan fiktif itu dibuat oleh orang tak bertanggung jawab dengan memanfaatkan aplikasi GrabFood.

    "Ada abang Grab dateng ke rumah anterin KFC, padahal orang rumah gak ada yang pesen. Ya, seneng dong kirain secret admirer. Tahunya tu Grab dibayar tunai (udah kayak mas kawin aja) jadi artinya dia ditipu.

    Karena ksian banget sama abangnya, akhirnya diganti lah uangnya. Dan jujur yang dipesen aneh-aneh kayak perkedel dan soup? Jumlahnya Rp230.000 atas nama Aldhot pesan jam 3," Wilandini menulis di foto yang terlihat abang ojol sedang mengantarkan makanan.

    Baca juga: PSBB Resmi Diterapkan di Jakarta, Ini Transportasi yang Dibatasi dan Tidak

    Berikutnya, makanan yang juga tidak dipesan oleh keluarga Wilandini juga datang lagi. Kali ini Burger King dengan harga yang sama, Rp230 ribu.

    Wilandini mengaku sempat menelepon Alohot, namun komunikasinya dimatikan setelah ponsel diterima. Usaha berikutnya, Wilandini mengirim pesan teks, namun juga tidak dibalas oleh Alohot.

    "Berkali-kali gak dibales, tapi terkirim..kayak..jahat banget aja gak sih," tulis Wilandini.

     

     

    Gambar berikutnya memperlihatkan tiga abang ojol berbeda juga mengirim makanan yang tidak dipesan oleh keluarga Wilandini. Hokben dengan nilai Rp250 ribuan, martabak Orins seharga Rp247 ribu dan lagi-lagi Hokben dengan harga Rp350 ribu.

    Wilandini mengaku dirinya menangis ketika abang ojol yang mengantarkan Hokben tidak mau diganti uang Rp350 ribunya karena Abang ojol itu memilih memberikan makanan tersebut kepada panti asuhan.

     

     

     

    Eh, ternyata ada lagi nih. Berikutnya makanan Richess datang ke rumah Wilandini dengan diantar abang ojol. Richees tersebut harganya Rp260 ribu.  

    "Orang-orang kok jahat banget ya," sesal dia.

     

    Gambar berikutnya memperlihatkan abang ojol sedang menyerahkan dua bungkusan plastik warna putih. Yup, itu adalah makanan McD dengan harga Rp250 ribu.

    "Jadi, dari jam 3 sampai jam 8 totalnya ada 6 Grabfood. Dua atas nama Alohot, 2 atas nama Rinaldi, 2 atas nama Ari dengan total pembayaran 1.650.000. Jadi rata-rata pesaran 275.000," tulis dia.

    Biar uang milik abang ojol hangus begitu saja. Wilandini menggunakan win-win solutin. Abang ojol pertama hingga keempat, makanan diambil dan dibayar. Lalu makanan dibagikan ke abang ojolnya karena sudah terlalu banyak makanan.

    "Karena makanan segitu banyak, siapa yang mau makan," imbuhnya.

      

     

    Berikutnya, tiba-tiba abang ojol ketujuh datang bawa makanan Ayam Keprabon dengan harga Rp234 ribu. Kemudian, lagi-lagi makanan McD diantar abang ojol dengan harga Rp250 ribu.

    Wulandini sampai teriak kepada pihak Grab agar menghentikan tipuan ini, "Please, just stop this @grabid."

     

    Ternyata, teriakan Wilandini kepada Grab belum di dengar. Alih-alih sudah meminta pihak Grab agar blok orang tak dikenal mengirim makanan ke alamat rumah, abang ojol masih mengirim makanan BKB dengan harga Rp240 ribu dan martabak seharga Rp220 ribu. 

    "Grabid @grabfoodid please stop this!!! Gila," sesal dia lagi.

     

    Lanjut gambar di bawah adalah pesanan terakhir, yakni abang ojol yang ke-11 mengantarkan kuliner atas pemesan fiktif. Berupa minuman seharga Rp230 ribu.

    "Sampai pagi ini sudah aman, alhamdulillah, alamat sudah diblok sama pihak Grab. Semua driver Grab sudah bikin laporan mungkin kecuali yang pertama karena kita belum tahu bakal ada kejadian kayak gini," kata dia. 

    Menurut Wilandini, nomor pemesan fiktif itu gak bisa langsung dilacak karena driver tidak bisa melihat nomor pelanggan. Jadi memang harus minta bantuan Grab untuk lebih lanjut. 

    Kami coba menghitung semua orderan fiktif yang telah dibayar oleh Wilandini sekitar Rp2,6 jutaan. 

    Gimana uzoners, setelah membaca artikel berdasarkan pengalaman dari Wilandini. Apakah kamu pernah mengalaminya?

     

    VIDEO Oppo Reno3 Review di Rumah Aja

     

    Tags : grabbike grabfood 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini