icon-category Auto

Test Drive Wuling Air ev, Menjawab Tantangan Melibas Ibukota

  • 22 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Wuling Air ev, mungil, murah, banyak menimbulkan pertanyaan. Banyak yang penasaran, kami pun coba menjawab semua itu saat dapat kesempatan keliling Ibukota pakai mobil listrik ini.

    Impresi pertama kali melihat mobil ini memang mengesankan. Karena masih jarang mobil sekecil ini dipasarkan di Indonesia, sudah begitu pakai full listrik pula.

    Dimensi panjangnya hanya 2,9 meter, lebarnya 1,5 meter dan tingginya 1,6 meter. Meski begitu, mobil ini diklaim bisa mengangkut 4 orang, atau 5 orang tapi maksa.

    BACA JUGA: Konversi Mobil BBM ke Listrik? Awas Garansi Hangus

    Uzone.id diberi kesempatan Wuling Motors untuk menikmati Wuling Air ev mulai dari Wuling Center Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Sudirman, lalu finish di Senayang, dengan total jarak sekitar 68 km.

    Bagaimana rasanya? Baca terus!

     

    Kabin Berkesan Lega

    Kami tidak bisa mengatakan ruang kabinnya lega, karena memang secara dimensi mobil ini terbatas. Namun, kesan mungil di luar menjadi tidak begitu terasa di dalam kabinya.

    Ada sejumlah poin kenapa ruang kabinnya terasa lega, salah satunya adalah minimalisnya konsul tengah di bagian depan, yang hanya terdapat power window, knob transmisi, rem parkir elektrik dan Auto Hold.

    Di tambah lantai yang rata, menjadikan kesan lega terasa sekali di bagian depan kabin Wuling Air ev.

    Ruang kaki pengemudi dan penumpang juga sebenarnya cukup leluasa selonjoran, itu kenapa kami tidak merasa terhimpit berada di dalam kabin mobil sekecil ini.

    Kalau pun ada yang disayangkan adalah, siku pengemudi dan penumpang kadang masih harus beradu karena keterbatasan lebar ruang kabiin. Tapi ini tidak menjadi masalah berarti.

    Sedangkan ketika duduk di belakang, kami rasa cukup. Ruang kaki dan kepala pas-pasan untuk orang dewasa, namun dipastikan sangat nyaman untuk anak-anak.

     

    Impresi Berkendara Menyenangkan, Meski..

    Sekarang kami ceritakan bagaimana impresi berkendaranya. Kami kurang menyukai posisi duduknya yang terlalu kaku dan tinggi.

    Untuk emak-emak, barangkali ini posisi duduk yang menyenangkan, karena tinggi dan dekat dengan setir, sehingga visibilitas ke depan dan samping jadi sangatb leluasa.

    Tapi untuk tinggi badan kami sekitar 178 cm, sepertinya posisi pandangan kami ke depan agak terlalu di atas, sehingga ketika terik matahari, kami tidak membutuhkan sun visor, karena atap bagian depan masih menghalangi sorotan matahari.

    Tapi soal performa, ya ini salah satu nikmatnya mobil listrik. Bahkan untuk power sekecil ini pun, masih bisa menawarkan sensasi berkendara yang responsif.

    Wuling membekali Air ev dengan baterai berkapasitas 26,7 kWh saja. Baterai sekecil itu bisa membawa mobil ini melaju sejauh 300 km saat baterai dalam kondisi full.

    Tenaga yang ditawarkan sebesar 40 Hp dan torsinya 110 NM. Membuat mobil ini bisa ngebut sampai 100 km perjam. 

    Kami juga bisa memainkan tiga mode berkendara dan tidak level regeneratif brakingnya. Ada ECO yang bikin baterai lebih irit, Normal dan Sport yang responsif.

    Sedangkan kalau mau baterai terus terisi, pakai level tertinggi dari regeneratif brakingnya, meski saat melepas pedal gas, mobil jadi terasa berat,. Itulah saat energi gerak dikonversi menjadi listrik untuk mensuplai baterainya.

    Handling juga cukup. Kami ajak melintas jalan tol di kecepatan 80-90 km perjam, mobil ini masih stabil. Redaman suspensi juga cukup baik di jalan rusak atau bergelombang.

    Bagaimana saat nanjak? Kebetulan ketika kami sampai di Sudirman, ada tanjakan yang cukup curam untuk menuju tempat parkir. Kami pun mencoba nanjak dengan mode ECO dan mencoba fitur Auto Hold.

    Hasilnya? mobil sanggup melaju dengan mulus melibas tanjakan tersebut dan juga ketika sengaja berhenti di tengah tanjakan, fitur Auto Hold juga bekerja dengan baik.

     

    Fitur yang bikin praktis

    Selain WIND yang membuat kita bisa ‘ngobrol’ dengan mobil dan nyuruh-nyuruh untuk melakukan sesuatu, seperti pengaturan audio, AC, jendela, navigasi dan masih banyak lagi, Air ev juga dibekali Internet of Vehicle.

    IoV tersebut membuat mobil ini bisa terkoneksi dengan smartphone yang bisa melakukan pengaturan juga perintah seperti menyalakan mesin dan AC, mengunci dan membuka pintu, dan banyak pengaturan serta informasi terkait kendaraan.

    Layar head unitnya juga punya menu sangat lengkap, mulai dari informasi seputaran mobil, koneksi internet, pengaturan kendaraan, sampai pengaturan AC bisa dioperasikan melalui layar sentuh 10,23 inci tersebut.

     

    Kesimpulan

    Dengan banderol mulai dari Rp200 jutaan dan termahal di bawah Rp300 jutaan, ternyata membuat Wuling Air ev diminati banyak warga. Terbukti dari pemesanannya yang mencapai lebih dari 3.000an unit.

    Mobil ini menurut kami juga sangat layak untuk di perkotaan, tanpa khawatir harus kehabisan baterai, karena jarak tempuhnya yang panjang.

    Namun kalian yang tertarik, sayangnya harus inden sampai dua bulan kedepan..

    VIDEO 10 Mobil Terlaris Agustus 2022:

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini