icon-category Auto

VW Kodok Jadi Andalan Sukarno dan Presiden Termiskin di Dunia

  • 13 Apr 2022 WIB
  • Bagikan :
    VW Beetle Gen 1 (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Uzone.id – Siapa yang belum move on dari keputusan Volkswagen (VW) telah mengakhiri produksi VW Beetle  pada 10 Juli 2019 di fasilitas VW Puebla, Meksiko.

    Berakhirnya produksi mobil yang di Indonesia dikenal sebagai VW Kodok ini memang bikin sedih para pencintanya. Unit VW Beetle edisi terakhir sampai disambut iringan lagu grup mariachi dengan disaksikan para pekerja pabrik VW.

    Diakhirnya produksi VW Beetle tentu saja karena kalah dalam persaingan ketika harus melawan mobil-mobil SUV yang lebih disukai konsumen.

    VW Beetle punya kaitan erat dengan Adolf Hitler. Berkat sang diktator mobil ini di produksi Jerman pada 1938.

    BACA JUGA: Rencana Jangka Panjang Chery untuk Tiggo 7 Pro di Indonesia

    Hitler memang sangat dibenci. Bahkan, hormat ala Nazi di Jerman saja bisa kena hukuman.

    Namun, VW Beetle atas prakarsanya, seluruh dunia sepakat mobil ini punya pesona yang indah.

    Hitler saat itu ingin Jerman bisa bikin mobil yang cepat hingga tembus 100 km/jam. Ditunjuklah Ferdinand Porsche untuk mendesain mobil rakyat ini.

    Hitler menginginkan mobil yang murah meriah dan bisa muat untuk satu keluarga kecil.

    Mirip sama kelahiran Tata Nano di India. Mobil yang sudah tidak diproduksi itu hadir untuk memenuhi keinginan masyarakat India yang punya mobil namun harganya setara dengan sepeda motor.

    VW Beetle produksi pertama muncul tahun 1936 dengan harga 990 Reich Marks. Harga segitu lebih murah dibanding Ford buatan Inggris.

    Sayangnya, VW Beetle gak sempat diproduksi massal oleh Jerman era Hitler karena keburu Perang Dunia II.

    Di mana Jerman, Italia, dan Jepang membentuk Blok Poros sesuai dengan Pakta Tripartit untuk menggempur sekutu yang digalang oleh Inggris dan Amerika Serikat.

    BACA JUGA: Buat yang Mau Mudik, Segini Tarif Tol Jakarta -Surabaya

    Hancurnya Jerman dibombardir sekutu pada tahun 1945, membuat pabrik VW pun ikut luluh lantak.

    Beruntung Mayor Ivan Hirst, perwira dan insinyur Inggris, membangun kembali pabrik VW dan proyek VW Beetle pun berlanjut dengan produksi massal pertama 20 ribu unit.

    Sepanjang tahun 1938 sampai 2003 saja, VW Beetle telah diproduksi sebanyak 21 juta unit.

    Sukarno dan Jose Mujica Pengguna VW Beetle

    Pesona VW Beetle juga bikin Presiden RI pertama Soekarno jatuh cinta. Beliau juga pengguna mobil berdesain unik ini.

    Dilansir dari Tirto, buku berjudul Heldy: Cinta Terakhir Bung Karno (2011) yang ditulis oleh Ully Hermono dan Peter Kasenda, menceritakan Sukarno menggunakan VW Beetle saat apel ke rumah Heldy Djafar, yang kemudian memperistrinya.

    Tak cuma itu, Soekarno juga menggunakan VW Beetle saat perjalanan rahasia karena mobil ini tidak menunjukkan mobil resmi pejabat.

    Begitu juga ketika di malam 30 September 1965 Sukarno pakai VW Beetle saat datang ke Wisma Yaso (menjadi Museum Satria Mandala) untuk menemui Ratna Sari Dewi.

    Itu adalah malam mencekam di mana tujuh jenderal terbunuh akibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia yang dikenal sebagai G30S-PKI.

    VW Beetle Gen 1 (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Supir VW Beetle yang membawa Sukarno seorang perwira menengah bernama Letnan Kolonel Soeparto.

    Sama seperti Sukarno, Presiden Uruguay, Jose Mujica bahkan menjadikan VW Beetle buatan 1987 sebagai mobil kepresidenan di era kekuasaannya, 2010-2015.

    Jose Mujica dikenal sebagai presiden paling miskin di dunia. Sebanyak 90 persen gajinya pun disumbangkan untuk amal. 

    Sampai melepas jabatan presiden di Istana Negara Uruguay, mantan gerilyawan Marxis itu pulang ke rumahnya mengendarai VW Beetle.

    VW Beetle Gen 3 masuk Indonesia

    VW Beetle generasi ke-3 (Gen 3) yang mulai diproduksi pada 2012 masuk ke Indonesia melalui Importir Umum (IU). Namun, agen pemegang merek VW di Indonesia, PT Garuda Mataram Motor saat itu tidak tertarik menjual VW Beetle Gen 3 di dalam negeri karena masalah bensin yang dijual di sini tidak cocok untuk standar Euro 5..

    Dilansir Kontan, National Sales Manager PT Garuda Mataram Motor Jonas Cendana mengatakan bahwa mesin standar Euro 5 sangat peka terhadap bensin oktan rendah.    

    Beetle Gen 3 yang di Indonesia diimpor dari Inggris dan Hong Kong, karena kedua negara tersebut sudah mengadopsi setir kanan yang sama dengan Indonesia.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini