icon-category Digilife

Bjorka vs Pemerintah: Apakah Kita Sebodoh Ini di Dunia Maya?

  • 11 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - "I'm still waiting to be raided by the Indonesian government,"

    Bjorka mendadak naik daun, viral layaknya selebgram. Apa yang dia lakukan sampai dianggap mempermalukan pemerintah Indonesia, khususnya Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara. 

    Kami rasa tidak perlu lagi membeberkan apa-apa saja kelakuan Bjorka, silakan kalian browsing sendiri. Tapi sejauh ini, apa yang dilakukannya itu bagi kami belum berfaedah untuk bangsa dan negara ini, apalagi untuk masyarakat.

    Tidak-tidak! Kami bukan memposisikan diri untuk bersikap kontra terhadap Bjorka, pun kami gak mau untuk pro terhadap serangan siber tersebut.

    Baca juga: Aksi Bjorka Berlanjut, Klaim Bocorkan Surat Rahasia Milik Jokowi

    Kalau kalian sudah pernah menonton serial Mr. Robot, pasti bakal paham apa yang bisa dilakukan hacker dan efeknya terhadap sebuah pemerintahan.

    Kita bisa menyaksikan bagaimana Elliot Alderson, seorang ahli keamanan siber di siang hari dan peretas di malam hari bisa membuat perekonomian Amerika runtuh seketika.

    Namun apa yang dilakukan Bjorka belum sejauh itu—meski gak menutup kemungkinan bisa seperti itu.

    Dia dengan bangganya membocorkan data-data masyarakatnya sendiri, yang tidak menguntungkan siapapun, kecuali dirinya sendiri dan segelintir pihak yang relate dengan data tersebut, karena diperjual belikan.

    Masyarakat pun tidak menemukan kebenaran apapun yang barangkali selama ini menjadi misteri dan rahasia pemerintah, layaknya informasi yang dibocorkan Edward Snowden.

    Paling baru yang menurut kami mengarah pada kebenaran yang terkuak adalah informasi mengenai pelaku pembunuhan Alm Munir, yakini Muchdi Purwopranjono. 

    Namun ini bukan informasi baru, karena sudah terungkap di proses pengadilan.

    Semuan tindakan Bjorka, diklaim dirinya sebagai bentuk demonstrasi baru. Meski harus juga merugikan masyarakat banyak karena datanya terumbar. 

    Sebagaimana demonstrasi konvensional yang juga kerap merugikan masyarakat karena terkadang bikin macet dan rusuh.

    Baca juga: Dicecar Soal Data Bocor, Menkominfo: Itu Tugas BSSN

    Bjorka hebat karena bisa mempermalukan pemerintah dan instansi-instansi yang data-datanya dia bocorkan, tapi dia juga membuat banyak masyarakat ketar-ketir karena data pribadinya terungkap.

    Dan kami jelas kesal dengan pemerintah, entah pada Kominfo atau Badan Siber dan Sandi Negara, kenapa hak kami untuk terlindungi secara digital tidak bisa terpenuhi.

    Namun kami juga tidak mau semena-mena menyalahkan pemerintah atas tindakan Bjorka, di sisi lain, sekali lagi, kami belum mau mendukung Bjorka, karena apa yang dilakukannya masih merugikan kami sebagai masyarakat.

    Bjorka dan pemerintah yang saling menyerang, kenapa ujung-ujungnya masyarakat lagi yang jadi korban dan hanya bisa menonton?

    Kami justru menanti langkah Bjorka untuk mengungkap informasi-informasi dan kebenaran-kebenaran yang selama ini terselubungi pemerintah.

    Bukannya mengungkap siapa-siapa saja dalang dan aktor-aktor yang mencurangi pemilu—kalau memang ada oknum yang melakukan ini, Bjorka malah membocorkan data pemilih.

    Kami menanti Bjorka membantu KPK untuk mengungkap proses dan info-info rahasia para koruptor yang sudah lama menggerogoti Indonesia.

    Kami menunggu Bjorka memberikan pelatihan pada pemerintah Indonesia, khususnya Kominfo dan juga BSSN agar negara tempat dia tinggal menjadi lebih baik. Bukan sekedar bilang Kominfo bodoh.

    Seperti cuitan terbaru Bjorka yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, “Kami punya tujuan yang sama, agar negara tempat dia lahir bisa berubah untuk menjadi lebih baik," kata Bjorka, merujuk pada sesosok yang dia kenal dan diangap menjadi ‘korban’ Orde Baru.

    BACA JUGA: Curhatan Kominfo Selalu Disalahkan Terkait Kebocoran Data

    Karena di sisi lain, kami pun menjadi miris dengan kondisi ini. Apakah semudah itu data-data masyarakat bisa bocor? Apakah memang Kominfo adalah sebuah lembaga open source?

    Apakah selemah itu pertahanan Badan Siber dan Sandi Negara yang menyebut namanya aja sudah bikin merinding.

    Dan apakah Kepolisian RI tidak punya teknologi dan SDM yang juga bisa mendeteksi keberadaan dan indentitas Bjorka?

    Dan sebagai masyarakat ‘normal’ kami pun sangat sulit menahan tawa ketika Kominfo hanya memberikan respon seperti itu.

    Sekali lagi, ketika Indonesia sedang giat-giatnya go digital dan seharusnya sudah mempertimbangkan semua resikonya, tanpa harus terlihat bodoh di depan publik.

    Dan belum ada solusi yang efektif untuk kami masyarakat yang ‘dipaksa’ menyerahkan berbagai macam data pribadi untuk di kelola pihak lain dan konon dipayungi dan dilindungi oleh pemerintah.

    Atau apakah memang kita sebodoh ini di dunia maya? sampai-sampai seorang bernama Bjorka saja berani menantang dengan menuliskan hal di bawah ini.

    "I'm still waiting to be raided by the Indonesian government," 

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini