icon-category Digilife

GoFood Ditinggal Warung Kuliner Gara-gara Pelit ke Driver?

  • 11 May 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Uzone.id)

    Uzone.id - Warpopski, warung nasi dengan konsep kekinian yang berlokasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, berkeluh kesah di Feed Instagram mengenai bagi hasil layanan GoFood kepada mitra yang kurang seimbang.

    Di sisi lain, Warpopski juga harus menjual kulinernya kepada konsumen dengan lebih mahal jika lewat GoFood dibandingkan konsumen datang langsung.

    Hal itu membuat Warpopski tidak lagi memprioritaskan konsumen yang membeli makanan atau minuman lewat layanan GoFood.

    “Berat hati dan mata kami, di warung, melihat driver ojol mengantar makanan dari warpopski, dengan imbalan yang kurang seimbang dari platform yang kami pakai dan dilema, kami pun harus menjual makanan kami untuk para konsumen di rumah, dengan harga yang jauh lebih tinggi secara online. Kekuatan berdagang kami terbatas, semoga strategi berdagang kami tanpa batas,” tulis Warpopski.

    BACA JUGA: Elon Musk Ramal Bangsa Jepang Bakal Musnah

    Untuk memberikan rasa hormat atas kerja keras para driver GoFood, Warpopski juga siap memberikan kuliner gratis bagi para driver.

    “Untuk driver GoFood, kalau lagi lapar di dalam perjalanan dan kebetulan berada dekat di Warpopski bisa pesan makanan di Warpopski. Kami berikan gratis. Kami sediakan semampu kami untuk membantu sedikit teman-teman driver di jalan,” tulisnya lagi.

    Soal berapa komisi yang didapat oleh platform dari setiap penjualan, kami bertanya kepada dua UMKM yang masing-masing menjual ayam geprek dan dimsum yang sampai saat ini menggunakan layanan GoFood.

    Yoga, pemilik usaha ayam geprek di kawasan Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa platform mengambil keuntungan 20 persen dari setiap transaksi penjualan.

    Tentu saja, ayam geprek yang awalnya dijual Rp10 ribu per satuan, bisa naik jadi Rp12 ribu per satuan.

    Itu belum ongkos jasa pengantaran driver sehingga sampai ke konsumen bisa mencapai dua kali lipat dan bahkan lebih. 

    "Tapi kita gak naikin sampai 20 persen. Kita subsidi biar market tidak tergerus. Tapi masih dapat untung lah," kata Yoga kepada Uzone.id.

    BACA JUGA: Bisa Senasib Zidan, Deddy Corbuzier Take Down Video Bikin Marah Netizen

    Begitu juga dengan Dini, pemilik usaha dimsum di kawasan Kukusan, Depok, Jawa Barat. Dia punya strategi agar makanan yang dijual tidak memberatkan konsumen.

    Caranya, dengan mengurangi harga dimsum ketika dijual di GoFood.

    "Kalau orang beli langsung Rp30 ribu isi 10 biji. Tapi kalau orang beli lewat GoFood jadi Rp25 ribu dan isinya cuma tujuh biar gak terlalu mahal," kata Dini.

    Menurut Dini, memberi harga Rp25 ribu juga karena masalah persaingan di platform. Konsumen tidak akan melirik toko-toko makanan online yang memberi harga mahal. 

    "Itu karena persaingan harga juga, orang lihat harga gak lihat jumlah dimsumnya," kata dia.

    Selain itu, strategi lain yang digunakan para UMKM adalah dengan memberi embel-embel promosi agar menarik konsumen untuk membeli.

    "Ada tuh yang promosi terus sampai kasih 60 persen (diskon) biar dikenal sama orang lain. Padahal isinya (dimsum) sedikit dan harganya dimurahin," ujar Dini yang mengaku mengambil keuntungan Rp6 ribu dalam setiap penjualan paket dimsumnya.

    GoFood Pakai Skema Komisi Baru

    UMKM yang menjual makanan dan minuman lewat layanan GoFood sempat mengeluh dengan hadirnya skema komisi baru.

    Skema komisi baru yang sebelumnya 12 persen + Rp 5.000, menjadi 20 persen + Rp1.000 dari setiap produk yang dijual bagi mitra usaha baru yang baru bergabung sejak 5 Maret 2021.

    Namun, Vice President Corporate Affairs Gojek Food Ecosystem Rosel Lavina mengatakan bahwa skema komisi baru dibuat GoFood karena respons dari aspirasi para mitra merchant.

    Dia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan komitmen GoFood untuk terus mengutamakan pertumbuhan bisnis mitra usaha, terutama pelaku UMKM kuliner.

    Selain itu, hal ini dilakukan GoFood agar dapat terus mengupayakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

    "Di skema komisi ini, ragam manfaat dapat diperoleh mitra usaha, termasuk kesempatan subsidi pendanaan yang lebih besar dari GoFood untuk mengikuti program dan kampanye promosi rutin, serta peningkatan layanan dari GoFood lewat berbagai inovasi fitur GoBiz," katanya.

    Tentu saja biaya beli makanan atau minuman lewat GoFood bisa bertambah tinggi jika driver meminta biaya parkir.

     

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini