icon-category Digilife

Jebakan Medsos dan Cara Membatasi Diri di Internet

  • 18 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Austin Distel/Unsplash

    Uzone.id - Bermain media sosial sudah jadi agenda wajib bagi kebanyakan orang saat ini. Sehari saja tak main Facebook, Instagram, TikTok atau Twitter, berasa ada yang kurang dan ketinggalan info.

    Sehari, bisa saja kita menghabiskan berjam-jam sampai lupa waktu untuk main media sosial. Mau cari hiburan tinggal buka medsos, mau cari informasi juga buka medsos, sampai cari orang juga lewat medsos.

    Jadi, gak heran kalau generasi saat ini gak bisa lepas dari jerat media sosial. Apalagi sekarang juga serba konten, apapun dijadikan konten oleh pengguna media sosial.

    Sayangnya, sisi negatif dari media sosial juga terus menghantui kita di era serba digital ini.

    Warga internet cenderung memiliki perilaku yang hanya ingin menunjukkan sisi terbaiknya saja di media sosial. Perilaku ini disebut sebagai narsisme.

    Baca juga: WhatsApp, Instagram hingga TikTok, Mana yang Paling Menyita Waktu Netizen?

    Alhasil orang-orang lupa kalau bisa jadi apa yang di posting berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi. That’s not actually a whole picture.

    Ujung-ujungnya, pengguna media sosial mulai membandingkan dirinya dengan orang lain berdasarkan postingan tersebut lalu mulai merasa tertekan karena tidak terlihat sesukses mereka. Hal toxic inilah yang harusnya dihindari ketika bermain media sosial.

    Ketika mulai merasa kecil dibanding orang lain, salah satu hal perlu kita sadari bahwa mereka cenderung takkan menunjukkan posisi mereka ketika di bawah ke khalayak banyak.

    Fajrin Rasyid, Direktur PT Telkom Indonesia mengatakan, “Yang harus kita miliki adalah humility ke diri sendiri dan menyadari kalau mereka takkan menunjukkan momen ketika mereka sedang dibawah.”

    Walau rasa insecure itu ada, cobalah untuk tetap fokus pada diri sendiri dan tidak terlalu membandingkan diri kita dengan orang lain berdasarkan postingan mereka di media sosial. Media sosial seharusnya menjadi tempat hiburan, bukan malah membuat kita merasa tertekan.

    Baca juga: Kenapa Perekrut Kerja Suka ‘Intip’ Akun Medsos Kita?

    Fajrin mengatakan, “Jangan sampai smartphone membuat kita menjadi dumb, malah seharusnya ini membuat kita menjadi pintar.”

    Salah satu tips agar anak-anak milenial seperti kita tidak terjebak terus-terusan di media sosial adalah dengan mematikan notifikasi media sosial itu sendiri.

    “Salah satu strategi agar tak terjebak di media sosial adalah dengan cara mematikan notifikasi media sosial,” ungkapnya.

    Karena kalau notifikasi muncul, kadang kita gatal ingin membalas mention, komentar dan aktivitas lainnya di media sosial sehingga ujung-ujungnya kita menghabiskan banyak waktu di media sosial.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini