icon-category Digilife

Startup Game Lokal Perlu Asah 2 Hal Ini Biar Bisa Go Internasional

  • 15 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Erik Mclean/Unsplash

    Uzone.id - Indonesia termasuk negara yang memiliki minat cukup besar dalam dunia game. Namun ayangnya, kebanyakan permainan yang disukai dan dimainkan adalah game buatan developer luar, bukan lokal.

    Padahal, game lokal masih mengalami ‘struggle’ dalam pengembangannya. Tercatat, pangsa pasar industri game lokal masih berada di bawah satu persen, tepatnya 0,4 persen.

    Berangkat dari 0,4 persen ini, Indigo Game Startup Incubation menghadirkan inkubasi bagi startup dan developer game yang ingin mengembangkan dan mempublikasi karya mereka.

    Selain itu, melihat peringkat konsumen Indonesia terhadap game yang berada di urutan ke-16, membuat peluang industri game di tanah air terbilang tinggi. 

    Sayangnya, seperti yang dikatakan oleh Muhammad Rizal Prihandoko dari Indigo Incubation Operations, startup game lokal masih terhalang dana, SDM dan juga infrastruktur.

    Baca juga: Ramai Soal Bubble Burst, Startup Game Lokal Kena Juga Gak?

    Oleh karena itu, Indigo Game hadir sebagai akselerator, inkubator, penyedia funding, mentoring serta fasilitas. Setelah itu, Indigo Game juga akan melakukan matchmaking antara developer dengan publisher.

    Misi besar Indigo Game sendiri adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen game lokal dengan cara menghadirkan program-program seperti Indigo Game Academy dan juga Indigo Game Startup Incubation.

    Bagi kalian yang minat untuk membuat game lokal, IGSI bisa diikuti oleh berbagai kalangan tanpa batasan usia. Nantinya, peserta akan diajarkan berbagai hal mengenai game dan juga pembuatannya.

    Ada beberapa tips dari Rizal yang bisa diikuti ketika ingin memulai menciptakan dan mendirikan startup game.

    Baca juga: 3 Batu Penghalang yang Bikin Startup Game Lokal Susah Berkembang

    “Yang pertama adalah harus konsisten, gak gampang membuat game karena game itu sangat random, kalau menurut saya,” ungkap Rizal.

    Menurut Rizal, membuat game tidak seperti hal lainnya yang berawal dari problem lalu mencari solusi. Namun, mencoba menciptakan hiburan.

    Bagi para developer atau yang minat untuk membangun startup game, ada 2 softskill yang perlu dimiliki, yaitu business skill dan juga komunikasi.

    Keduanya sangat berguna ketika nanti developer berhubungan dengan publisher dan juga investor. Selain game yang menarik, tentunya game yang berpotensi membuat bisnis maju menjadi pertimbangan bagi para investor untuk menanamkan dana di perusahaan mereka.

    Skill komunikasi juga perlu untuk menyakinkan para publisher, distributor, dan konsumen terkait produk yang mereka ciptakan.

    “Ketika teman-teman memiliki goal besar dan ingin go global, dua hal itu yang harus diasah,” tambah Rizal.

    Restya Winda Astari, Head of Agate Academy juga menjelaskan, ketika ingin menciptakan startup game, ada pertanyaan penting yang harus diperhatikan.

    Baca juga: 5 Game Android Terbaik Buatan Developer Lokal

    “Untuk membuat startup game, pertanyaan yang paling penting adalah ‘kenapa mau bikin startup game?. Karena ada orang yang ingin membuat produknya saja, ini berbeda dengan membuat perusahaannya. Jadi, penuhi alasan kenapa kalian ingin membuat perusahaan instead of produknya saja," kata Restya.

    Untuk menciptakan produk game yang diminati konsumen dan juga publisher, alangkah baiknya bagi developer untuk melakukan research lebih dahulu termasuk mengenai target yang ingin dituju, demografi, batasan usia untuk bermain game tersebut dan lainnya.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini