icon-category Digilife

Teknologi di Balik Pesawat Kiamat Amerika buat Hadang Nuklir Rusia

  • 04 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    Pesawat Kiamat Boeing E-4B (Foto: Instagram @nenationalguard)

    Uzone.id - Invasi Rusia ke negara tetangganya, Ukraina, bikin dunia makin was-was dengan adanya perintah Vladimir Putin kepada jajarannya untuk mempersiapkan tombol nuklirnya.

    Gara-gara pernyataan Putin itu, Angkatan Udara Amerika Serikat pun langsung mempersiapkan pesawat khusus untuk menghadapi perang nuklir, Doomsday Plane atau Pesawat Kiamat.

    Pesawat Kiamat telah melakukan misi pelatihan pada Senin (28/3/2022). Pesawat bernama Boeing E-4B itu hasil modifikasi dari Boeing 747.

    BACA JUGA: Kenapa Ukraina Menang Perang Lawan Rusia di Media Sosial?

    Boeing E-4B dilaporkan oleh situs berita Inggris iNews yang dilansir Live Science, telah lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara AS di Nebraska, kemudian menyelesaikan penerbangan 4,5 jam menuju Chicago dan kembali lagi.

    Pesawat Kiamat itu terbang didampingi beberapa jet yang bisa melacak rudal balistik untuk peringatan dini.

    Pesawat ini bagian dari armada Nightwacth yang dimiliki militer AS sejak 1970-an.

    Pesawat Kiamat bisa jadi markas komando bergerak untuk personel militer tingkat atas jika terjadi perang nuklir.

    BACA JUGA: Hiburan Netizen: Kumpulan Meme Perang Rusia vs Ukraina

    Selain itu, Pesawat Kiamat yang bernilai USD200 juta atau sekitar Rp2,87 triliun (kurs Rp14.388 per USD1) ini dilengkapi peralatan analog kuno, bukan digital modern untuk mengantisipasi gelombang elektromagnetik dari ledakan nuklir.

    E-4B ini juga tanpa menggunakan jendela dan mendapat perlindungan khusus untuk melindungi penumpang dan awak dari efek termal perang nuklir.

    Tonjolan khusus di atas pesawat bernama radome bisa menampung lebih dari 65 antena dan antena parabola, sehingga memungkinkan Pesawat Kiamat ini bisa berkomunikasi dengan kapal, kapal selam, pesawat dan telepon rumah di mana pun di dunia.

    Presiden Joe Biden pun telah menanggapi ancaman Putin dengan mengatakan bahwa AS tidak punya alasan untuk takut akan perang nuklir dengan Rusia.

    Cek berita dan artikel yang lain di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini