icon-category Auto

Belajar dari Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina di Cibubur

  • 19 Jul 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Stephen Tafra / Unsplash)

    Uzone.id - Kecelakaan maut di Jalan Alternatif Transyogie, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, mengundang duka mendalam di mana melibatkan sebuah truk tangki Pertamina menabrak banyak kendaraan, pada Senin (18/7/2022) sore.

    Selain truk tangki Pertamina ada satu minibus dan beberapa kendaraan bermotor yang ikut remuk.

    Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Brigadir Jenderal Aan Suhanan menyampaikan bahwa 11 korban meninggal dunia, sedangkan lima lainnya mengalami luka.

    Korban meninggal termasuk pasangan prajurit TNI AL Pelda Mar Suparno (51) dan istri, Priyastini (50).

    BACA JUGA: Kecelakaan Maut Truk Pertamina di Cibubur, Diduga Rem Blong

    Kemudian, Aan juga mengatakan bahwa tidak ada jejak bekas pengereman dari truk tangki Pertamina sehingga belum bisa disimpulkan akibat rem blong.

    "Masih penyelidikan. Namun, dari bekas-bekas yang ada itu tidak ada bekas rem," ungkapnya.

    Banyaknya kendaraan yang diseruduk oleh truk Tangki di saat lampu lalu lintas berwarna merah di mana banyak kendaraan sedang berhenti.

    Plt Kasubkom Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan juga ikut bersuara kalau temuan yang diterima saat ini masih bersifat kualitatif.

    Ada yang menyebut karena rem truk tangki Pertamina itu blong dan ada juga yang bilang akibat turunannya panjang.

    "Kemudian mengukur jalan ini, terus ada isu terkait masalah traffic light kita akan amati dan analisa," kata Ahmad Wildan.

    Namun, sisi lain kecelakaan yang sering melibatkan truk atau bus dengan kendaraan kecil, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana menyampaikan beberapa pelajaran yang bisa dipetik.

    BACA JUGA: Agustus, Xiaomi Pamer Mobil Listrik Pertamanya

    Menurutnya, yang jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan pengemudi R2/R4 adalah mengecek kaca spion secara berkala.

    "Defensive driving salah satunya mengajarkan mata kita melihat sekeliling kend secara berkala saat di jalan raya. Dengan begitu kita selalu waspada dan bisa membaca dan mengantisipasi potensi-potensi bahaya yang akan datang," ungkap Sony saat dihubungi Uzone.id.

    Kemudian, kata Sony, hindari - terutama berada di depan truk - karena kendaraan tersebut sering gagal rem dan blindspotnya besar.

    "Kondisi jalan flat, lebih aman berada di belakang dari pada  di depan truk," imbau Sony.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini