icon-category Auto

Mengenal Jenis Aki dan Tips Memilih yang Sesuai untuk Kendaraan

  • 16 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi (Foto: Yuasa)

    Uzone.id - Pada kendaraan bermotor yang sudah mengadopsi fitur modern, aki punya peranan sangat penting sebagai penyuplai listrik.

    Mulai dari starter engine, memberikan tenaga pada sistem injeksi bahan bakar, menyalakan AC saat mobil mengisi bahan bakar dan mesin dimatikan, menyalakan lampu motor, hingga membunyikan klakson.

    Pada mobil listrik saja, termasuk Hyundai Ioniq, peran aki masih diandalkan karena ada perangkat elektrikal yang membutuhkan voltase listrik rendah seperti AC, lampu, head unit, atau panel instrumen yang rata-rata memiliki tegangan listrik 12 volt.

    Baca juga: Toyota Siapkan Rival Sepadan HR-V dan Creta, Urban Cruiser Hyryder

    Nah, perangkat elektrikal tersebut mengambil daya listrik yang bersumber dari aki. Kalau saja diberi tegangan terlalu tinggi, maka perangkat-perangkat tadi bisa rusak.

    Begitu juga dengan Suzuki Ertiga Hybrid yang tetap mengandalkan aki kapasitas 55Ah untuk menyalakan AC dan lampu.

    Tanda-tanda Aki Sudah Tekor

    Ilustrasi (Foto: Tomi Tresnady / Uzone.id)

    Ada beberapa tanda-tanda ketika aki kendaraan kalian harus diganti karena sudah tekor, seperti:

    1. Headlamp sudah kurang terang atau bohlam cepat putus
    2. AC kurang dingin
    3. Merusak komponen elektrikal macam ECU dan ECM
    4. Akselerasi mobil terganggu dan tenaga mobil terasa berat
    5. Bisa berisiko korsleting hingga menyebabkan kebakaran
    6. Bunyi klakson kurang nyaring
    7. Kalau sudah melewati batas 2 tahun pemakaian, sebaiknya diganti meskipun kinerjanya masih bagus

    Jenis Aki Mobil

    Jenis aki yang banyak dipakai pada kendaraan pada umumnya jenis aki basah (menggunakan air sebagai larutan elektrolit) dan aki kering (maintenance free).

    Untuk aki basah, kelebihannya adalah harga yang murah dan mudah diperbaiki jika mengalami kerusakan atau tekor. Selain itu, aki basah juga bisa disetrum ulang di bengkel jika sudah habis.

    Namun, bagi yang malas merawat aki mungkin tidak direkomendasikan memilih jenis ini karena aki basah perlu perawatan rutin, seperti mengisi air aki agar cairan elektrolitnya tidak kurang dari batas minimum.

    Baca juga: Kenapa Harus Pakai MyPertamina untuk Kendalikan Konsumsi Pertalite?

    Berbeda dengan aki kering yang minim perawatan. Namun, harganya lebih mahal dari aki basah. Selain itu, aki jenis ini harus diganti saat rusak maupun habis.

    Selain dua tadi, ada jenis-jenis lainnya. Aki hibrida misalnya yang mengawinkan teknologi aki kering dan aki basah dengan aki kalsium. Aki hibrida bisa lebih irit biaya perawatan dengan tingkat penguapan minim.

    Kekurangannya, aki ini harganya mahal dan cairan elektrolit di dalamnya bisa berbahaya bagi manusia.

    Kemudian ada aki kalsium yang menggunakan kutub aki dari bahan kalsium. Kelebihannya, daya tahan baterai aki kalsium bisa lebih awet dibandingkan aki basah atau aki kering. Kekurangannya, aki kalsium harganya pun lebih mahal.

    Baca juga: Curhatan Mantan Bos Tesla Singapura Usai Di-PHK Elon Musk

    Jenis lainnya adalah aki gel yang menggunakan bahan jelly atau gel. Kelebihan menggunakan aki jenis ini karena gel tidak bersifat korosif dan punya usia yang lebih panjang. Tapi, harganya yang lebih mahal dibandingkan aki basah atau aki kering.

    Cara Memilih Aki yang Sesuai dengan Kendaraan

    Mungkin kalian masih bingung, bagaimana memilih aki yang pas untuk kendaraan. Tentu saja, saat membeli aki tidak bisa sembarangan, harus sesuai dengan kendaraan yang digunakan.

    Berikut tips memilih aki yang cocok: 

    • Agar memilih aki yang sesuai, kalian bisa cari tahu kapasitas bawaan kendaraan. Biasanya ada informasi mengenai tipe dan kapasitas aki yang sesuai. Informasi seputar aki biasa tertempel di bagian samping atau atas aki. Pilih yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
    • Jangan coba-coba deh untuk membeli aki bekas. Kalian mungkin ditawarkan aki rekondisi oleh bengkel dengan harga sangat miring. Pakai aki bekas bisa mengganggu performa kendaraan kalian.
    • Perhatikan masa garansi aki yang dibeli. Penjual aki baru biasanya memberikan garansi hingga pengecekan berkala selama setahun secara gratis. Penjual juga ada memberikan garansi mengganti aki baru lainnya jika aki yang baru dibeli mengalami masalah. 

     

     

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini